Dreamy Backpacker

06/01/17

Rincian Biaya Solo Backpacking Jepang - Korea 2016


Eits, ini bukan jualan lho, tapi ini adalah rincian biaya yang aku keluarkan pada saat melakukan solo backpacking ke Jepang dan Korea pada bulan April - Mei 2016, pas saat Golden Week, dengan destinasi populer seperti Lake Kawaguchiko, Shibazakura Festival Mount Fuji, Kawachi Fuji garden (Wysteria Tunnel) Fukuoka, Gamcheon Cultural Village Busan, Tateyama Alphine Route, Shirakawago. Biaya ini semoga bisa membakar semangat petualang yang lain yang ingin ke Jepang dan mampir ke Korea tapi dengan anggaran terbatas.






Catatan: Rate per April 2016 : 1 Yen = Rp. 117, 1 Won: Rp. 13

Tips:

  1. Bawa bekal yang banyak. Untuk trip 2016 kemarin, aku membawa roti sisir besar dua buah, abon sapi dan 20 sachet Milo;
  2. Itinerary dengan banyak destinasi yang berjarak jauh dengan destinasi lainnya seperti Fukuoka - Kawaguchiko (950 km) dan harus sering menggunakan shinkansen (kereta cepat), aku sarankan untuk menggunakan JR pass untuk bisa menghemat cukup banyak;
  3. Manga Kissa atau warung internet adalah salah satu akomodasi yang bisa dipilih untuk istirahat sejenak atau istirahat malam. Terlebih, di warnet kita bisa sepuasnya baca komik dan minum macam - macam minuman gratis;
  4. Jarak Fukuoka dan Busan cukup dekat bisa ditempuh dengan ferry (2.5 jam) atau pesawat (1 jam), namun yang harus diingat adalah saat ini untuk masuk Korea melalui Jepang tetap membutuhkan visa. Jadi apabila dari Jepang ingin ke Korea kemudian kembali lagi ke Jepang maka diperlukan visa Jepang multiple entry (berkali - kali masuk) atau Visa Waiver (untuk pemegang paspor RI eletronik) dan Visa Korea single entry (sekali masuk). Dan, apabila rutenya adalah Korea-Jepang-Korea maka visa yang dibutuhkan adalah Visa Korea Multiple Entry dan Visa Jepang Single Entry / Visa Waiver;
  5. Rute Tateyama Alpine Route biasaya dimulai dari Toyama, untuk meng
    hindari antrian yang sangat panjang, aku anjurkan untuk mulai dari Nagano dan gunakan Tateyama Kurobe Option Ticket untuk menghemat biaya.
  6. Pilihan untuk menuju bandara memang cukup banyak, paling murah menggunakan kereta biasa. Namun untuk pelancong dengan barang banyak (kebetulan menjelang pulang, tentenganku berlipat 3), Airport Limousine Bus sangat aku rekomendasikan; 
  7. untuk tips yang lain bisa cek di sini

Cerita Perjalanan Solo Backpacking Jepang - Korea 2016 ini akan dipost menyusul ya. ^_^

Semoga berguna. 
 


26/07/16

Open Trip Dreamy Spring in Japan 2017. Register NOW!!!











Note: Pendaftaran akan ditutup apabila peserta telah mencapai kuota

Silahkan isi form di bawah untuk detail cara pendaftaran atau pertanyaan lainnya terkait Dreamy Spring in Japan 2017


24/02/16

Detail Pengeluaran Solo Backpacking Dreamy di Korea Selatan

Berikut detail pengeluaranku ketika melakukan perjalanan di Korea Selatan pada bulan Mei 2015 dengan rute Seoul - Nami - Busan- Jeju- Seoul selama 6 hari 4 malam. 


17/02/16

Apply Visa Wisata Korea : Ngeri Ngeri Yang Berakhir Sedap


Penantian itu memang melelahkan jiwa raga.

Itulah yang aku rasakan ketika pertama kali mengajukan permohonan visa Korea Selatan pada bulan April 2015.

Biasanya aku apply visa 2 bulan sebelum keberangkatan tapi karena bulan April, aku mengadakan trip ke Jepang dan baru pulang tanggal 19 April. Waktuku yang sangat mepet untuk mempersiapkan visa. Jadwal keberangkatanku ke Korea 08 Mei 2015.

Pertama - tama adalah melengkapi persyaratan visanya. Oiya karena aku niatnya jalan - jalan, dari  15 jenis visa Korea yang ada, tipe Visa Kunjungan Wisata dan Wisata Keluarga yang paling tepat. Dan berdasarkan informasi di web resmi kedutaan Korea, persyaratannya antara lain:

28/12/15

Dreamy's Review: Internet : B-Mobile Visitor SIM


Awalnya aku agak ragu memesan SIM Card lewat online. Tapi karena kebutuhan, mau tidak mau aku memesannya dan meminta untuk dikirim langsung ke hostel tempat aku menginap nanti di Tokyo. Sekedar informasi, sebelum memesannya, pastikan kepada pihak hotel terlebih dahulu apakah bisa mengirimkan barang ke hostel, dan dititipkan sampai kita tiba di hostel tersebut. Sebenarnya secara online, ada juga pilihan pocket wifi atau rental sim card, tapi aku lebih memilih beli sim card karena lebih murah (tidak ada deposit atau kontrak) dan aku tak perlu bingung untuk mengembalikan ketika sudah selesai memakai.
Berhubung tulisan ini cukup panjang, silahkan pilih masing - masing bagian untuk memudahkan membaca.
A.Kelebihan dan Kekurangan
B. Detail Produk
C. Pemesanan Online dan Pembelian melalui retail
D. Langkah setelah membeli
F. Supported Device


22/12/15

Lika – Liku Internet-an di Negeri Doraemon (How to Stay Connected in Japan)

Aku bisa tak makan,
tak minum,
tak tidur seharian.
Tapi aku tak bisa lama – lama tanpamu,
oh internet.



Mungkin itulah yang banyak orang rasakan sekarang ini di berbagai belahan dunia. Apalagi kalau sedang jalan – jalan. Rasa ingin membuktikan eksistensi diri, menunjukkan aku pernah ke sini lho, ke situ lho. Kebutuhan konektifitas pada saat traveling bagiku juga super penting tapi bukan urusan eksistensi saja yang penting tapi ada beberapa hal yang lebih penting seperti menghubungi orang rumah, urusan reservasi online sampai buka google maps. Total sampai hari ini (21 Desember 2015), aku sudah 4 kali berkunjung ke Jepang. Hampir semua cara yang ada untuk urusan internet sudah pernah aku coba. Selanjutnya, aku akan membagi semua pengalamanku.

27/11/15

500 yen, Keliling Tokyo Seharian Tanpa Batas!!!


Pagi itu aku dan rombongan baru saja tiba di Bandara Internasional Narita Tokyo. Bandara ini letaknya cukup jauh dari pusat kota Tokyo yang harus ditempuh selama hampir 1 jam, berbeda dengan bandara Haneda yang hanya butuh 30 menit perjalanan. Makanya, tarif keretanya pun mahal, mulai dari 1400 yen untuk yang biasa dan 2400 yen untuk yang express. Kota Tokyo pun termasyur dengan mahalnya biaya transportasi. Oleh karena itu aku harus bermain siasat.