Dreamy Backpacker: Apply Visa Wisata Korea : Ngeri Ngeri Yang Berakhir Sedap

17/02/16

Apply Visa Wisata Korea : Ngeri Ngeri Yang Berakhir Sedap


Penantian itu memang melelahkan jiwa raga.

Itulah yang aku rasakan ketika pertama kali mengajukan permohonan visa Korea Selatan pada bulan April 2015.

Biasanya aku apply visa 2 bulan sebelum keberangkatan tapi karena bulan April, aku mengadakan trip ke Jepang dan baru pulang tanggal 19 April. Waktuku yang sangat mepet untuk mempersiapkan visa. Jadwal keberangkatanku ke Korea 08 Mei 2015.

Pertama - tama adalah melengkapi persyaratan visanya. Oiya karena aku niatnya jalan - jalan, dari  15 jenis visa Korea yang ada, tipe Visa Kunjungan Wisata dan Wisata Keluarga yang paling tepat. Dan berdasarkan informasi di web resmi kedutaan Korea, persyaratannya antara lain:


  1. Formulir Aplikasi Permohonan Visa. (bisa didownload di sini). Diisi dengan data sebenar-benarnya ya.
  2. Foto Berwarna 1 lembar (3.5 x 4.5 cm), langsung ditempel pada formulir aplikasi. Kata mas - mas tukang foto di Mall Ambassador, alisnya harus kelihatan semua. ^_^
  3. Paspor asli dan fotokopi (halaman identitas dan visa/cap negara -negara yang telah dikunjungi). Kalau di paspor baru cap masih sedikit, lampiran bisa ditambah paspor lama.
  4. Kartu Keluarga atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan. Aku pikir ini ga perlu karena aku traveling sendirian, tapi pas nyampe loket ternyata WAJIB. Akhirnya aku susulkan lewat email. Untungnya boleh nyusul.
  5. Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja - Jika tidak berkerja tidak perlu menyertakan. Berhubung  kerjaannya di instansi pemerintah, aku hanya membutuhkan Surat Keteangan kerja. Di surat ini, (dalam bahasa Inggris) intinya adalah menerangkan bahwa atasan membenarkan bahwa aku adalah pegawai instansi tersebut, diijinkan untuk melakukan perjalanan ke Korea Selatan dari tanggal sampai tanggal dan dicetak di kertas yang berkop instansi tersebut, plus tanda tangan dan cap basah. Contohnya bisa lihat di sini
  6. Surat Keterangan Mahasiswa / Pelajar, bagi yang masih bersekolah. Aku tidak melampirkan karena memang bukan anak sekolahan lagi :(
  7. Uang Rp. 560.000
  8. Fotokopi Bukti Keuangan, pilih salah satu: 
    • Surat Pajak Tahunan (SPT PPH -21) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak (BELUM punya)
    • Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak (BELUM punya)
    • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank (ini yang aku pilih. Yang perlu diingat adalah jumlah saldo terakhir di bank kira - kira cukup memadai untuk bertahan hidup di Korea dan kembali dengan utuh ke negeri tercinta. Tidak ada aturan pasti berapa yang dibutuhkan. Kalau aku tanya beberapa travel agen (Bayu Buana dan Golden Rama, minimal punya 50 juta rupiah. Pas aku apply visa, aku hanya ada kurang dari 25 juta rupiah. Bismilah aja lah. Tentang surat referensi bank, karena aku ada rekening di BCA dan BRI awalnya mau buat di BCA tapi karena prosesnya terlalu lama (3 hari kerja), jadi aku trasnfer semua uangku yang di BCA ke BRI dan aku buat surat referensi di BRI yang sehari jadi. Persyaratannya: harus dibuat di Kantor Cabang BRI pembukaan rekening, fotokopi KTP, surat rekomendasi dari kantor, dan uang Rp.150.000. 
    • Surat keterangan keanggotaan golf (BELUM punya)
    • Surat keterangan keanggotaan hotel bintang 5 (BELUM punya)
    • Surat keterangan pemegang program jamsostek (BELUM punya)
Persyaratan lengkap, hari Senin tanggal 27 April 2015, aku menuju ke kedutaan Korea yang kebetulan cukup dekat dengan kantorku. Kedutaan ada di Jalan Gatot Subroto persis di sebelah Rumah Sakit Medistra dan kantorku ada di Rasuna Said. Jam buka untuk mengajukan permohonan visa adalah jam 09.00 WIB - 11.30 WIB dan pengambilan visa pada jam 13.30 WIB - 16.30 WIB. Google Maps

Sumber: Google Map, contributor Rida Rosida

Kompleks kedutaan Korea, terdapat beberapa pintu masuk, di depan ada 2 dan di belakang ada 1. Yang depan, pintu pertama untuk tamu dan pegawai kedutaan dan yang kedua untuk tamu dan pegawai kekonsuleran (visa). Yang di belakang juga untuk kekonsuleran tapi aku belum pernah lewat sana.

Sumber: Google Map, contributor Rida Rosida


Masuk ke ruangan pemohon visa, terdapat 4 loket visa. Sayangnya tidak seperti di kedutaan Jepang, pemohon individu dan yang dari travel agent tidak dibedakan loketnya. Padahal kebanyakan adalah dari travel agent yang masing - masing bawa puluhan permohonan. Walaupun nomor antrianku kecil tapi aku menunggu cukup lama. Terlebih kita tidak boleh lengah sedikitpun, karena pemanggilan nomor secara manual oleh petugas loket, sering kali tidak terdengar karena suasana di dalam ruangan "agak berisik" dan tidak ada layar nomor antrian jadi aku tidak tahu sudah sampai mana nomor yang di panggil.

"dua puluh lima", teriak petugas yang suaranya nyaris tertelan suara para agen yang sedang mengobrol asyik.

Kemampuan baca bibirku diuji.

"YA, SAYA!!!!", teriakku, khawatir kalau tiba - tiba angka berubah dan antrian disambar orang lain.

Sampai di loket, ternyata berkasku kurang fotokopi kartu keluarga dan harus disusulkan lewat email.

Setelah proses pembayaran dan tanda terima dikasih petugas, dia bilang kalau PALING CEPAT hasilnya 4 hari kerja dan telepon dulu ke nomor yang ada di tanda terima, siapa tahu belum jadi. 

APPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA? PALING CEPAAAAT?!?!?! BELUM JADI?!?!?

Sekarang tanggal 27 April, 4 hari kerja berarti Selasa 28, Rabu 29, Kamis 30, Jumat 1 Mei (libur), Senin 4 Mei, aku berhitung nasib dalam hati. Paling cepat 4 Mei dan aku berangkat 8 Mei. Kalau sampai belum jadi tanggal 4 Mei, punahlah harapanku. Apalagi aku dengar kabar ada yang 1 bulan belum jadi.

-- Menghitung hari... detik demi detik... Menunggu itu kan menjemukan --

Menghitung Hari-nya Anda Bunga, benar - benar jadi soundtrack masa penantian visaku. satu hari, dua hari berlalu. Di hari ketiga aku coba telepon kedutaan siapa tahu sudah ada kabar.

"Mbak, aplikasi no .. - .. - ..., udah jadi belum ya?'
"Sudah mbak, bisa diambil nanti siang."

ALHAMDULILLAH

Pas aku ambil visa, beberapa orang visanya ditolak. Pasti hancur hatinya.

Sabar ya pak, 3 bulan lagi coba lagi.

Visa ku!!!!!!!!!!!!!!!
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar